Studi Kasus

Dari Shopee ke WhatsApp: Cara Toko Skincare Ini Hemat Komisi Jutaan per Bulan

Sebuah toko skincare lokal memindahkan pelanggan setianya dari Shopee ke WhatsApp dan menghemat komisi jutaan rupiah tiap bulan. Begini langkah yang mereka ambil.

T
Tim Lapaku
28 April 2026 · 6 menit baca
Dari Shopee ke WhatsApp: Cara Toko Skincare Ini Hemat Komisi Jutaan per Bulan

Cerita ini adalah ilustrasi berdasarkan pola yang umum kami temui pada merchant kecantikan lokal. Anggap saja namanya Toko Glow, penjual skincare yang sudah dua tahun berjualan di marketplace.

Mereka ramai, tapi pemiliknya merasa untungnya tidak sebanding dengan kerja kerasnya. Inilah yang berubah setelah mereka pindah sebagian penjualan ke WhatsApp.


Masalah: Ramai Tapi Untung Tipis

Setiap bulan Toko Glow membayar komisi dan biaya layanan yang totalnya belasan persen dari omzet. Ditambah biaya iklan agar produk muncul di pencarian, marginnya makin menipis. Yang paling mengganggu, mereka tidak punya akses langsung ke data pembeli untuk menjual lagi.

Langkah: Memindahkan Pelanggan Setia

Toko Glow tidak menutup tokonya di marketplace. Mereka tetap memakainya untuk menjaring pembeli baru. Bedanya, setiap paket kini menyertakan kartu ucapan dengan ajakan memesan ulang lewat WhatsApp dengan bonus kecil.

  • Pembeli baru tetap datang dari marketplace
  • Pembeli yang puas diarahkan repeat order lewat WhatsApp
  • Toko WhatsApp dipakai untuk katalog, pembayaran, dan pengiriman

💡 Lapaku bisa bantu ini

Lapaku membantu merchant memindahkan repeat order ke WhatsApp dengan toko sendiri, katalog, dan pembayaran. Import produk dari Shopee bisa selesai dalam waktu singkat.

Coba Gratis →

Hasil: Komisi Hemat, Pelanggan Jadi Milik Sendiri

Setelah beberapa bulan, sebagian besar repeat order pindah ke WhatsApp. Karena tidak ada komisi marketplace pada transaksi tersebut, penghematannya mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Yang tidak kalah penting, kini mereka punya daftar kontak pelanggan untuk dihubungi saat ada produk baru.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Kamu tidak harus meninggalkan marketplace sepenuhnya. Strategi paling aman adalah memakai marketplace sebagai pintu masuk pembeli baru, lalu membangun hubungan langsung lewat WhatsApp untuk pembelian berikutnya. Pelanggan yang sudah percaya tidak butuh marketplace untuk membeli lagi.

Penutup

Repeat order yang kembali ke kamu adalah aset paling berharga sebuah toko. Dengan memindahkannya ke WhatsApp, Toko Glow tidak hanya menghemat komisi, tapi juga memiliki kembali hubungan dengan pelanggannya.

#studi-kasus#shopee#whatsapp#komisi
Bagikan artikel ini →
T
Tim Lapaku

Tim konten Lapaku menulis tips praktis untuk membantu merchant MSME Indonesia berjualan lebih efisien.

Artikel Terkait

Cara Membuat Toko Online Sendiri Tanpa Ribet untuk Pemula
Pemula

Cara Membuat Toko Online Sendiri Tanpa Ribet untuk Pemula

Ingin punya toko online sendiri tanpa pusing soal teknis? Panduan pemula ini menjelaskan cara membuat toko online sendiri dengan mudah dan langsung bisa terima pesanan.

T
Tim Lapaku
30 Mei 2026 · 5 menit baca
Jualan Online Tanpa Modal Besar: 7 Langkah untuk Pemula
Pemula

Jualan Online Tanpa Modal Besar: 7 Langkah untuk Pemula

Tidak punya modal besar bukan halangan untuk jualan online. Ikuti 7 langkah praktis ini untuk memulai bisnis online dengan modal minim, cocok untuk pemula.

T
Tim Lapaku
22 Mei 2026 · 6 menit baca

Siap terapkan di tokomu?

Coba Lapaku gratis 14 hari — manajemen toko, AI assistant, dan pengiriman 1 klik.

Mulai Gratis Sekarang →